Semarak Asian Games di Palembang; Dari LRT hingga Kampung Cempaka Dalam

Ketika kali pertama kota kelahiran sekaligus tempat saya tinggal didaulat menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama Jakarta, saya merasa gembira. Sejak saat itu, Pemerintah Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang semakin giat berbenah di segala lini, terutama menyangkut fasilitas publik. Contohnya adalah Jakabaring Sport City (JSC). 

JSC sebagai komplek olahraga terpadu yang berada di Kecamatan Jakabaring semakin ke sini semakin dipercantik. Buktinya, persis di depan area stadion Jakabaring ditambah dengan pemasangan LED countdown. Disusul dengan renovasi dan penambahan pembangunan beragam venue serta kampung atlet berstandar internasional. Lalu, di setiap sudut dapat kita saksikan maskot Asian Games 2018. Yang tidak kalah menarik dan menjadi pusat perhatian, di kawasan JSC didirikan 5 tempat ibadah yang saling berdampingan di dalam satu kawasan. Mantap! 

Salah satu mskot Asian Games 2018 yang ada di JSC
Sekedar informasi, dulu Jakabaring tidak sekeren dan seindah sekarang. Jakabaring itu mulanya kawasan yang seram. Orang hendak melintasi ke sana pasti mengurungkan niatnya. Selain tempatnya yang jauh, di sana juga rawan kejahatan. Tetapi kini, kita bisa lihat sendiri, selain JSC dengan venue-venue yang ciamik berstandar internasional, di sana juga berdiri gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Sehingga memudahkan atlet, panitia, dan penonton dari luar untuk melepas penat atau hanya sekedar window shopping ketika Asian Games berlangsung.

Fokus Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang bukan hanya di Jakabaring Sport City saja. Guna menghindari macet saat Asian Games, Pemprov Sumsel mendapatkan bantuan dari pusat untuk membangun Light Rail Transit (LRT). Jujur, selama proses LRT dikerjakan, ada rasa was-was ketika melewati jalan yang sedang ada pembuatan LRT. Betapa tidak, terlihat jelas beton besar berada di atas kepala kami. Kami takut beton itu jatuh. Tapi untunglah, LRT dikerjakan oleh tenaga terampil dan professional. Sehingga selama pengerjaannya minim dari kecelakaan. 

Salah satu lintasan LRT di Palembang
Sumber; di sini

Dampak pengerjaan LRT ini lantas membuat beberapa ruas jalan di Palembang mengalami kemacetan selama berbulan-bulan. Kendati begitu, kami sebagai warga Palembang rela berpanas-panasan mengantri di jalan. Kami hanya bisa bersabar. Toh, moda transportasi ini juga nantinya bakal digunakan untuk kepentingan bersama. Kurang lebih empat tahun pengerjaannya, sekarang LRT hampir rampung. Kemacetan di beberapa ruas jalan mulai berkurang. Transportasi massal berbahan bakar hidrogen ini sebentar lagi dapat dinikmati masyarakat umum. Tidak perlu lagi kita ke luar negeri untuk merasakan naik LRT. Karena di negeri sendiri kita telah memilikinya. Hal ini membuktikan betapa kuatnya peran pemerintah dan dukungan dari warga demi menyukseskan Asian Games 2018 di Palembang. 

Salah satu spanduk Asian Games 2018 di Masjid Agung Palembang
Sumber; Dok pribadi
Gambar Cabor Asian Games 2018 di Tiang LRT
Sumber; Dok pribadi

Saya pun kian gembira melihat antusias masyarakat Palembang. Di perkantoran, pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional, tempat wisata, moda transportasi, pusat pendidikan, halte, stasiun, bandara, taman kota, rumah ibadah, ruas jalan hingga kendaraan pribadi terpampang, billboard, stiker, banner, spanduk, dan pamflet berkenaan Asian Games 2018, mulai dari gambar maskot, logo, cabor yang dipertandingan, wajah atlet, dan jargon Asian Games 2018.

Wajah baru Jembatan Ampera berdampingan dengan LRT
Sumber; di sini

Jembatan Ampera sebagai ikon Kota Palembang pun dicat kembali dengan warna merah menyala. Tidak ketinggalan, beberapa destinasi wisata di Kota Pempek ini terus dipercantik dan ditambah pernak-pernik. Begitu pula dengan beberapa pertokoan yang berdiri di sepanjang Jalan Sudirman dan Pasar 16 Ilir – sebuah pasar utama di kota ini dicat dengan colourful. Membikin suasana semakin menggelora. 

Wajah Baru Ampera
Sumber; Dok pribadi

Kegiatan dukung bersama Asian Games 2018 di Palembang juga diwarnai dengan menggelar pelbagai acara, mulai dari pencarian duta Asian Games, gencarnya pemerintah menyosialisasikan tentang Asian Games  2018 kepada masyarakat hingga menggelar lomba kampung Asian Games 2018. Pesertanya tidak tanggung-tanggung. Diikuti lebih dari 70 kampung yang ada di Palembang. Dari sekian banyak kampung yang turut berpartisipasi, Kampung Cempaka Dalam adalah juaranya. Kampung yang berada di Jalan Batu Nilam Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil ini berhak memeroleh hadiah berupa 3 ekor sapi.

Kampung Inspiratif
Ketika saya membaca berita Kampung Cempaka Dalam menjadi juara Kampung Asian Games 2018, saya penasaran. Saya ingin melihat dari dekat. Sebagus apa kampung tersebut, pikir saya. Ketika ada waktu luang, saya kemudian meluncur ke sana dengan menumpangi ojek online (ojol). Lantaran info yang saya terima dari teman yang tinggal tidak jauh dari sana, kampung ini berada di gang kecil. Mobil tidak bisa masuk. Hanya bisa parkir di tepi jalan. 

Sumber; Dok pribadi


Sumber; Dok pribadi
Setelah ojol sampai di pangkal Jalan Batu Nilam Kelurahan 26 Ilir, saya gegas menghubungi teman saya. Dia berjanji akan mengantar saya ke sana. Beberapa menit kemudian, Edo – nama teman saya menampakkan wajahnya. Dia lalu mengantar saya dengan mengendarai sepeda motor.


Sumber; Dok pribadi

Tidak berapa lama, kami akhirnya tiba di Gang Masjid. Lebar gangnya sekitar 2 meter. Di pangkal gang bagian dinding sebelah kanan, kita langsung disuguhkan gambar Bhin Bhin, Atung, dan Kaka sebagai maskot Asian Games 2018. Lalu di dinding tiap rumah warga, kita akan dimanjakan dengan gambar yang dicat warna-warni. Semakin ke dalam, saya dapat menyaksikan lapangan bulutangkis. Bagi saya, lapangan ini unik. Lantaran lantainya dicat colourful dan di tengah-tengahnya digambar logo Asian Games 2018. Informasi yang saya peroleh dari salah seorang warga, lapangan itu awalnya adalah tanah milik warga yang tidak diurus. Banyak warga yang membuang sampah di atas tanah ini. Sehingga menimbulkan kesan kampung yang kumuh dan kotor.

Sumber; Dok pribadi

Dari sana, kemudian warga bergotong royong membersihkannya. Lantas menyulap tanah itu menjadi sebuah lapangan bulutangkis. Lapangan ini pula digunakan sebagai masyarakat untuk senam sehat, dan kegiatan lainnya. Saya pun tidak mau melewati kesempatan ini. Saya lalu berfoto ria. Setelah itu, saya menyusuri bagian lain.

Sumber: di sini

Saya dan teman saya makin terkagum-kagum, tiap kami melangkahkan kaki ke kampung ini, semua jalanan dan rumah di sini dicat semua. Tetiba mata saya melihat seorang lelaki – berusia sekitar 30 tahunan sedang mengecat kembali maskot Asian Games 2018 yang ada di dinding rumahnya. Saya mendapatkan info dari lelaki ini, jika dana untuk mengecat jalanan dan dinding serta menggambar segala sesuatu yang berkaitan dengan Asian Games 2018 semuanya murni dari swadaya masyarakat. Bagi saya, ini super amazing

Seorang warga sedang mengecat kembali salah satu maskot Asian Games 2018 
Sumber; Dok pribadi

Jadi, menurut saya wajar apabila Kampung Cempaka Dalam meraih juara pertama. Pasalnya semangat dukung bersama menyambut Asian Games 2018 ditimpali sifat kedermawanan dari warganyalah membuat kampung tersebut meraih prestasi hebat. Dan, ini bisa menjadi sebuah inspirasi bagi warga yang ada di kampung seantero Indonesia untuk sama-sama gotong royong dalam kegiatan apapun. Sehingga terwujudnya sebuah kampung yang elok dan nyaman untuk dihuni.

16 comments:

Firsty Ukhti Molyndi said...

Palembanh keren banget ya. ^^

Unknown said...

Masyallah kak bagus bgttt😍

Unknown said...

Masyallah kak bagus bgttt😍

Rosanna Simanjuntak said...

Semakin tak sabar ya ingin menyaksikan momen Asian Games di kedua kota ini, Jakarta dan Palembang.

Mang Chan said...

Elok dan modernnya kota ku Palembang tercinta

Ilham Buchori said...

Betul banget Sist Firsty Ukhti Molyndi. Sekarang Palembang terus berbenah dan dipercantik!

Ilham Buchori said...

Yups Sist Rosanna Simanjuntak. Kami di Palembang rasanya udah gak sabar menyaksikan Asian Games di Komplek JSC. Ayo dong sist, terbang ke Palembang sekali-kali dari Kalimantan! hehe

Ilham Buchori said...

Mang Chan Palembang mak ini ari makin cindo. Payo, melokilah jugo lomba blognyo nih! Semoga be biso dikarantina oleh panitia hehe

Bedel Hoki said...

wah...iya Ente kan asli Palembang bro yak..? berarti di Asian Games kali ini jadi tuan rumahnya dobel ya? hehehe.
btw itu kampung-kampungnya keren banget, rame! semoga setelah ini warga tetap menjaganya biar bisa jadi destinasi wisata. aamiin.
salam blogger dan salam Hoki

Ilham Buchori said...

Ane asli sunda, Bro! Tapi ane lahir, besar, dan sampe skrng tinggal di Palembang.

Ayo bro, main ke Palembang. Kita saksikan pertandingan Asian Games di JSC. Ciamik lo venue-venuenya!

Sulis Musarofa said...

Jadi penasaran pengen liat langsung stadion keren ini

Ilham Buchori said...

Ayo buruan ke Palembang Mbak Sulis. Keren pokoke JSC!

Agung Han said...

Palembang makin keren, jadi pusat perhatian negara dI Asia. Bravo dan sukses

Ilham Buchori said...

Ayo mas buruan ke Palembang! Aku tunggu!

ramadani idaham said...

Tambah keren, kita sambut Asian games 2018 dengan suka cita, gua harap timnas U23 bisa ke perempat final hehe

Veni Anggraini said...

Meriah ya menyambut Asean Games 2018

Post a Comment

Blog Archive

Ngobrol Asik..

Followers