Menciptakan Kepemerintahan Palembang yang Baik Melalui Peningkatan Pelayanan Publik


Tak terasa, 17 Juni mendatang, Kota Palembang akan memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-1329 tahun. Usia yang terbilang sudah sangat tua. Bahkan tua sekali. Namun yang terpenting pada momen Hari Ulang Tahun kali ini, Pemerintah Kota Palembang diharapkan mampu untuk melakukan evaluasi dan intropeksi atas perjalanan yang telah diraih saat ini dan yang akan dicapai di masa mendatang.

Menurut hemat penulis, sejak penulis duduk di bangku SMP hingga kini, kota yang mendapat julukan Venesia dari Timur ini telah banyak melakukan perubahan di segala bidang. Terbukti, pertumbuhan pembangunan semakin hari semakin meningkat. Gedung perkantoran dan perbelanjaan kian bermunculan. Sarana prasarana publik semakin lengkap. Nyaris menyamai kota besar sekaliber Jakarta atau Surabaya.

H. Eddy Santana Putra, Wali Kota Palembang
(Sumber foto: disini)
Namun, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang semakin baik dari hari ke hari, maka harus diikuti pula kesejahteraan masyarakat yang merata di semua lapisanMemang untuk mencapai itu, bukan perkara mudah. Melainkan membutuhkan kerja keras dan kerjasama dari seluruh stakeholder, terutama dalam upaya meningkatkan pelayanan publik.

Di bawah kepemimpinan H. Eddy Santana Putra – selaku wali kota, Pemerintah Kota Palembang terus berbenah dan berjuang ekstra keras bagaimana meningkatkan pelayanan publik sehingga terciptanya kesejahteraan bagi masyarakat.

Guna mencapai itu semua, berbagai strategi pun harus diupayakan. Strategi pertama yang harus ditempuh adalah menanamkan budaya kerja cerdas kepada pelayan publik – dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai BUMD sebagai pelayan yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Cerdas disini lebih ditekankan pada cerdas dalam bertindak, cerdas dalam memahami keluhan pengguna layanan, serta cerdas dalam mengambil keputusan. Diharapkan dengan menganut budaya kerja seperti itu, para PNS harus bisa mengoptimalkan segala kemampuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat, bermutu, dan memuaskan.

Tentunya, supaya mendapatkan PNS yang berkompeten di bidangnya, perlu dilakukan fit and propert test dalam menduduki jabatan berdasarkan kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan. Sehingga nantinya, tidak ada kesan titipan pejabat atau faktor kedekatan dengan seorang PNS.

Bukan hanya sebatas itu saja. PNS atau pegawai BUMD juga dilarang untuk melakukan sikap diskriminatif. Perlakukan dan layani masyarakat itu sama. Jangan memandang tipis atau tebal kantong masyarakat. Hal ini sangat penting guna mewujudkan peran serta dan kepedulian publik menuju kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Jika budaya kerja diatas diterapkan di setiap lingkup kerja Pemerintah Kota Palembang, sudah barang tentu pencapaian menuju pelayanan publik lebih baik akan semakin terwujud.

Kedua, memanfaatkan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Saat ini, gelombang kecepatan teknologi informasi telah menghantarkan perubahan-perubahan yang sangat cepat. Pemanfaatan TIK dinyatakan optimal jika menghasilkan pelayanan publik yang efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga.

Hal itupun telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang dengan mendirikan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kota Palembang yang di launching 15 Juli 2010 yang lalu. Mengingat, pada implementasi kerjanya, kantor yang dikepalai oleh Drs. M. Sadruddin Hadjar, M.Si ini telah memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam melayani masyarakat dengan biaya yang terjangkau dan efisien.

Dengan demikian, masyarakat tidak akan bingung untuk mengurus masalah perijinan yang berbelit-belit bin njelimet. Melalui proses ini pula, Pemerintah Kota Palembang diharapkan mampu memberikan kemudahan dalam proses perijinan investasi yang akhirnya bisa menggaet investor sebanyak-banyaknya. Kalau sudah begitu, iklim usaha di Palembang akan berada pada jalur yang kondusif dengan pertumbuhan investasi yang signifikan.

Selain Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT), badan atau instansi yang telah memanfaatkan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai pengolah data dalam kegiatannya, satu diantaranya adalah Dinas Komunikasi dan Informatika. Sesuai dengan namanya, dinas ini merupakan jembatan utama informasi yang ada di Palembang
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang
(Sumber foto: disini)

Kemudian, strategi ketiga yang harus dilakukan adalah dengan memberlakukan Sistem Keterbukaan Informasi Publik. Di mana pada Pasal 28F UUD 1945 dijelaskan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi denggan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. (Sumber: diambil disini)

Merujuk dari pasal tersebut, maka sudah sangat jelas, Pemerintah Kota Palembang sebagai pelayan publik, harus memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan layanan publik. Jangan pernah ditutup-tutupi. Jangan pernah dirahasiakan, terutama dalam penggunaan dana publik.

Melalui keterbukaan informasi publik, diharapkan Pemerintah Kota Palembang sebagai badan publik atau pelayan publik kian berorientasi pada pelayanan masyarakat yang super prima. Dengan begitu, hubungan antara Pemerintah Kota Palembang sebagai pelayan publik dan masyarakat sebagai pengguna layanan akan berjalan dengan baik yang akhirnya akan lahir Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). Dengan mekanisme dan pelaksanaan prinsip keterbukaan, diharapkan pula dapat mencegah praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di lingkungan kerja Pemerintah Kota Palembang.

Ketiga hal diatas sangat krusial untuk dilakukan sebagai strategi meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat Kota Palembang. Jika hal tersebut dilakukan, otomatis seluruh roda perekonomian yang ada di Kota Pempek ini akan bergerak secara maksimal yang akhirnya mampu mendongkrak pendapatan daerah dan kehidupan masyarakatnya akan maju, sejahtera, dan harmonis.


Penulis adalah seorang penulis lepas. Telah menulis 6 (enam) judul buku dan saat ini tengah sibuk menyiapkan buku selanjutnya tentang kearifan lokal Palembang.

Tulisan 
ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Hari Jadi Kota Palembang dengan tema “Pelayanan Publik Menuju Palembang yang Lebih Baik” yang diselenggarakan oleh Bulletin Metropolis dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang

4 comments:

M. Chandra Panjinata said...

caknyo, blog ini lah calon juaranyo....salam wong kito

Ilham Buchori said...

Ah, biaso be Mang Chandra blog aku nih.

Blog mamang nah, bagus bin keren bin unik bin top.

ajarin mang???

maklum, aku nih gaptek...

Salam IB. Happy Blogging!

M. Chandra Panjinata said...

apo dak uji ku, kan jadi juara nian....selamat yo....

Ilham Buchori said...

mokaseh Mang, atas ucapannya.

Post a Comment

Blog Archive

Ngobrol Asik..

Followers